Melihat Panorama di Basecamp Merapi

Melihat Panorama di Basecamp Merapi

Salah satu tempat yang sering dikunjungi oleh pendaki di Gunung Merapi adalah Selo Baru. Karena tempat ini adalah tempat istirahat ketika Anda ingin mengambil posisi 1 dari Gunung Merapi. Dari bawah, lerengnya sangat curam dengan trek aspal dan hasilnya cukup melelahkan bagi pendaki. Dari tempat parkir, Anda dapat mengatakan cukup sekitar 10-15 menit ke Selo Baru. Juga secara instan, pendaki mengemas kembali barang bawaan untuk memeriksa kembali barang yang hilang.

Selain base camp atau tempat peristirahatan bagi pendaki, ternyata tempat ini bisa disentuh oleh masyarakat. Turis atau pecinta konten pasti tahu tempat aneh ini. Tempatnya tidak jauh dari perkotaan. Terletak di lembah Gunung Merapi, yaitu di Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Nama tempat ini didasarkan pada nama alamat yang ada di sana. Ketika pendaki ingin mencapai puncak dan mendaki Gunung Merapi melalui cello, mereka pasti menemukan tempat ini.

Area ini sebenarnya adalah area yang digunakan untuk mencari Gunung Merapi. Karena tempatnya cukup tinggi sekitar 1600-1800 meter di atas permukaan laut. Dan tingginya setara dengan ketinggian bukit. Daerah ini tidak hanya untuk pos pengamatan, tetapi juga digunakan sebagai tempat untuk mencari kesegaran alam terbuka atau mungkin tempat wisata. Pengunjung disuguhkan pemandangan indah dari sisi lain gunung Merbabu. Jelas sekali sosok Gunung Merbabu yang perkasa. Seperti yang dikatakan pendaki, “Merbabu membuatmu gagal,” dan hasratku telah mereda memperlakukannya cukup untuk melihatmu dari kejauhan.

Tempat ini juga merupakan tujuan bagi pengendara sepeda yang menggunakan sepeda balap untuk menyentuh area ini. Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, jalan setapak di sini cukup curam, sehingga pengendara sepeda terengah-engah ketika mencapai titik ini. Bukan hanya pecinta sepeda, bahkan geng motor ikut tur dengan titik kedatangan di sini. Tempat yang sejuk jauh dari keramaian kota yang ramai, kita juga bisa menghirup udara segar alih-alih udara berpolusi sebagai polutan.

Selain memberikan panorama yang sempurna, ada juga berbagai makanan dan suvenir di sini untuk digunakan sebagai oleh-oleh di rumah. Saat perut Anda bergemuruh saat Anda menikmati pemandangan, singgahlah di stand makanan yang disediakan. Dan ada juga iklan foto untuk pecinta konten media sosial. Jika Anda rela naik ke rumah bambu, pasti akan tenteram ditemani angin yang masuk jiwa. Menghasilkan dingin di antara panas Merbabu. Jangan lupa mampir untuk minum intim ketika Anda menerima hari-hari penting.

Saat Anda ingin mengunjungi tempat ini, jangan lupakan kendaraan dalam kondisi baik dari rumah Anda. Terutama pelapis rem kendaraan, karena jalannya memiliki trek yang tajam, seperti tanjakan dan turunannya. Lubang yang menyertai jalan yang diturunkan. Serta hewan ternak di sekitar. Hati-hati itu adalah modal para pengunjung, selain uang dan persediaan. Tidak jarang kami menemukan kendaraan seperti sepeda motor dengan bodi sepeda motor. Kendaraan penghuni telah dimodifikasi sesuai dengan medan yang dicakup untuk memudahkan keluar.

Sedangkan untuk biaya, tempat ini cukup murah. Karena kita hanya menghabiskan Rp. 10.000, kita bisa menikmati keindahan Merbabu dan pemandangan sekitarnya. Biaya parkir adalah Rp 3.000. Fasilitas yang tersedia termasuk tempat foto eksentrik, toilet, dan tempat parkir. Dengan kapasitas parkir yang cukup, juga dapat mengakomodasi kendaraan roda 4. Tapi hati-hati karena jalannya hanya jalan setapak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *